Senin, 03 April 2017

Perawatan Kaos Cetak Sablon DTG


Ada dua jenis teknik Sablon DTG yaitu:
Teknik pertama adalah Sablon yang hanya menggunakan tinta CMYK saja yang mana teknik ini print langsung pada kaos umumnya kaos warna cerah, tinta yang ter- cetak akan langsung meresap pada pori-pori kainnya.

Teknik kedua adalah teknik sablon yang menggunakan tinta putih sebagai warna dasar umumnya warna kaos cenderung gelap atau warna tua. prosesnya sendiri akan melalui beberapa tahapan mulai dari penyemprotan cairan treatment lalu proses pressure pada tekanan dan suhu tertentu, setelah kering baru dilanjutkan pada proses print tahap dasar yaitu tinta putih, setelah selesai prosesnya dilanjutkan pada tahapan kedua yaitu print color CMYK. Efek yang ditimbulkan dari teknik sablon DTG adalah efek rubber namum berbeda dengan jenis rubber Sablon Screen yang tebal, karena hasil dari sablon DTG akan lebih halus dan tipis sehingga tidak menutupi pori-pori kain seutuhya.

Cara Perawatannya

Dari uraian perbedaan teknik sablon DTG tersebut, maka teknik perawatan kaosnya pun akan berbeda;

Teknik perawatan Kaos yang langsung tercetak tinta CMYK adalah terletak pada cara mencucinya, pisahkan kaos warna putih dari cucian baju yang berwarna, tuangkan deterjent secukupnya sesuai takaranya dan tambakan cairan pemutih yang aman pada warna kain, lalu rendam selama -/+30 menit kemudian kucek pada bagian yg terkena noda saja. setelah bersih lalu dibilas. Dalam proses pengeringanya tidak dianjurkan dengan melakukan pemerasan secara ekstrim karena akan merusak kain kaos itu sendiri. Ada baiknya kalau menggunakan mesin pengering dengan cara melipat kaos yang akan dkeringkan lalu dimasukan pada mesin pengering pada rentang waktu 1 sd 2 menit saja.

Tidak dianjurkan menggunakan mesin cuci, akan tetapi jika terpaksa menggunakan mesin cuci usahakan pada opsi putaran mencuci yang lembut.

Teknik perawatan Kaos yang tercetak menggunakan tinta putih sebagai dasarnya WHITE+CMYK, jenis Sablon DTG ini sebenarnya lebih tahan pada proses mencuci manual maupun dengan mesin cuci dengan perlakuannya khusus tentunya. Biasakan untuk memisahkan kain yang berwana tersendiri dan yang sangat kotor tersendiri juga. Tuangkan detergen secukupnya sesuai takaran detergen, rendam selama -/+30 menit lalu bilas dan keringkan, proses yang sama bila menggunakan mesin cuci pada opsi putaran mencuci yang lembut dan sampai pada tahapan pengeringan. Gunakan mesin pengering dengan rentang waktu 1 sd 2 menit saja.

Demikian rahasia teknik perawatan kain / kaos print Sablon DTG, kenali jenis tintanya dan temukan cara perawatanya.

Jenis Sablon DTG akan tahan sampai satu tahun lebih sesuai pemakaian dan cara perawatanya tentunya. faktor lain yang perlu diperhatikan adalah, kualitas tinta DTG itu sendiri, kualitas cairan treatment untuk tinta putih, ketepatan dan kerapatan semprotan treatment, ketepatan waktu suhu dan pressure, dan kualitas kain kaos merupakan hal lain yang dapat memperpanjang usia kualitas sablon DTG setelah di cuci berkali-kali.

Rumor sablon DTG tidak awet adalah keliru, karena seiring perkembangan zaman dan trend fashion tshirt akan sangat dinamis, sablon DTG hadir bukanlah pengganti dari Sablon Screen melainkan sebagai pelengkap dan solusi dari keterbatasan dari teknologi Sablon Screen

Punya desain Bagus mau cetak kaos satuan?!, cek infonya disini

Rahasia Jitu Mendesain Yang Optimal Untuk Cetak Kaos DTG

Adalah salah kaprah jika desain untuk cetak DTG disamakan dengan desain tampilan mockup, mengapa demikian? karena tujuannya sudah berbedadan resolusi yang diperlukan juga berbeda. Agar hasil cetak DTG maksimal harus ada optimalisasi ukuran pixel terhadap sebuah gambar / desain.

Syarat hasil cetak yang bagus bukan terletak pada isi desainnya akan tetapi memiliki komposisi proporsionalitas yang telah memenuhi standarisai media cetak pada sebuah file gambar / desain. Penting untuk di perhatikan bila menggunakan editing tool berbasiskan raster bitmap ( photoshop, Gimp, any image editing tool) perhatikan setting pada image size dan printing size-nya.

Kebanyakan orang menyepelekan masalah ini. kebutuhan utama cetak DTG adalah file yang memiliki resolusi DPI (dot per inch) sebesar 300dpi.
Untuk menentukan kerapatan pixelnya bisa di setting pada document size-nya, disitu akan otomatis terkonversi antara pixel size dengan size /inch atau size /cm. perhatikan pada gambar yang diberi highligth;

desain sablon kaos DTG
dialong new image pada potoshop
desain sablon kaos DTG
dialong new image pada gimp

"semisal file yang akan dicetak ukuran A4 maka setting pada document size 21 cm x 29.7 cm maka pixel size-nya otomatis akan ter-setting 2480 x 3508 pixel /inch pada setting resolusi 300 dpi"
Berbeda jika sebuah desain di bikin dengan tool yang berbasiskan vektor (corelDraw, Inkscape, ilustrator, any other drawing tool) maka langkah awal adalah setting pada "dialog file document" atau pada "dialog export to png" terdapat kolom resolusi yang harus diisikan dengan nilai dot per inch. 

Karena file yang dibutuhkan adalah file berekstensi PNG yang mana area desain yang tidak akan dicetak akan terbaca transparan pada file PNG, hal penting pada setting menu export PNG image resolutiion harus 300dpi sedangkan untuk pixel size sudah diwakili oleh document size-nya.

Perhatikan pada gambar peraga dibawah;
desain sablon kaos DTG
dialog export to png pada inkscape
desain sablon kaos DTG
dialog export to png pada coreldraw
desain sablon kaos DTG
dialog export to psd pada ilustator

Contoh dari 3 aplikasi drawing tool yang umum digunakan. untuk inkscape dan coreldraw pada dialog export to png relatif sama perhatikan pada area yang diberikan highligh menunjukan resolusi dan color mode = rgb, maka akan terbaca transparan pada desain yang tidak akan di cetak.

Khusus untuk aplikasi ilustrator. aplikasi ini sangat unik karena tidak ada fitur export to png, sehingga cara yang tepat adalah export to psd (potoshop) agar terjaga ara transparan dan resolusi pada 300dpi.